Zudan Menyampaikan Pentingnya Pemanfaatan Data Kependudukan Di Era Digital

Wakil Wali Kota Pangkalpinang Muhammad Sopian Mendampingi Kunjungan Kerja Direktur Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Zudan Arif Fakrulloh, Selasa (18/6/2019) di Kantor Dinas Dukcapil Kota Pangkalpinang.  

Dalam Kunjungannya Zudan menyatakan tentang pentingnya pemanfaatan data di era digital.

 “Kami datang dalam rangka semua layanan dukcapil itu seperti yang kita programkan. Karena  sekarang dukcapil memasuki era pemanfaatan data  dan era digital, “kata Zudan.

Lebih lanjut Zudan menjelaskan Pemanfaatan  data ini untuk mendorong  semua SKPD  (Satuan Kerja Perangkat Daerah) untuk menggunakan pendekatan kebijakan satu data (one data policy) di mana data  itu berasal dari Dinas Dukcapil. Tujuan dari pemanfaatan data ini diantaranya pemanfaatan data untuk sekolah, mengurus perijinan data, mengurus bantuan sosial semuanya harus sama dengan sumber data yang ada di Dinas Dukcapil Sehingga tidak ada lagi orang yang memiliki identitas yang berbeda-beda.

“Namanya sama, NIK nya sama, Alamatnya sama. Inilah Single Indentiti Number ( satu penduduk satu Nik satu identitas) inilah semangat one data policy, yang kedua masuk keera digital, Alhamdulillah Pangkalpinang sudah melaksanakan kartu keluarga dengan tanda tangan digital,”jelasnya.

Contoh lain dari pemanfaatan teknologi ini tidak ada kendala lagi ketika Kepala dinasnya tidak ada ditempat namun layanan dokumen tetap berjalan. Karena saat ini tanda tangan elektronik dapat dilakukan dimana saja, seperti dilaptop dan ipad sehingga semangat untuk melayani masyarakat di bidang data pendudukan senang dan bahagia.

Zudan mengungkapkan dirinya merasa senang karena dapat memastikan program nasional ini  dapat berjalan dengan baik di Kota Pangklpinang. Seperti GISA ( Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan) yang memiliki beberapa unsur. Diantaranya satu, sadar pelayanannya, pelayanan itu tugasnya memberikan layanan yang membuat masyarakat senang, ruangan bagus, petugas ramah-ramah. Kedua, masyarakat memiliki dokumen kependudukan sesuai   dengan seharusnya, contohnya  Bayi lahir punya akte, orang meninggal dibuatkan akte kematian, orang pindah dibuatkan surat pindah, 17 tahun mempunyai KTP ini sudah berjalan.  Ketiga, sadar pemanfaatan data.

Terakhir Zudan menyampaikan salah satu contoh Program GISA  yang digunakan oleh Dinas  Pendidikan ketika pendaftaran sekolah yang hanya cukup memasukan NIK data peserta didik sudah keluar.

“Ini adalah  proses pergerakan sadar hidup jadi perlu  sinergi antara masyarakat, SKPD dan Dinas Dukcapil,”tuturnya._(humas-pkp)

#Timhumasdanprotokolpangkalpinang

You may also like...