Wali Kota Sambut Baik Kehadiran Mahasiswa STIK angkatan ke 76 Widya Bhara Daksa

Kantor Wali Kota Pangkalpinang Senin  kemarin (22/4/2019) dikunjungi oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Widyia Bhara Daksa angkatan ke 76, Dosen STIK serta Kombes Pol Kurnianto Purwoko SIK selaku pendamping mahasiswa yang  diterima langsung oleh Wali kota Pangkalpinang  H. Maulan Aklil (Molen).

Dalam sambutannya Kombes Pol Kurnianto Purwoko SIK menyatakan bahwa kunjungan kali ini dalam rangka Kegiatan Kerjasama Pengabdian Masyarakat (Dianmas) mahasiswa STIK Angkatan ke 76 Wira Bhara Daksa dan Dosen STIK di wilayah Hukum Polda Kepulauan Bangka Belitung.

“Civitas akademika STIK mengucapkan terimakasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas kesediaan bapak Wali kota untuk menerima mahasiswa STIK angkatan ke 76 Widia Bhara Daksa dan para Dosen STIK dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kota Pangkalpinang. Kami sudah 1 x 24 jam Pak di sini kami sudah jalan-jalan, dan kami merasa nyaman dan juga masyarakatnya ramah. Mudah-mudahan ketentraman,kenyamanan kedamaian diPangkalpinang berkat kerjasama Wali kota pangkalpinang dengan polres sehingga membuat masyarakat merasa nyaman tinggal di Kota Pangkalpinang ini,”jelasnya.

Beliau menjelaskan bahwa Kegiatan Dianmas bagi mahasiswa STIK angkatan ke 76 Widia Bhara Daksa dan para Dosen STIK kali ini akan dilaksankan di wilayah hukum Polda Kepulan Bangka Belitung meliputi kabupaten Bangka, Bangka Barat, Kota Pangkalpinang, Belitung dan Belitung Timur  yang bertujuan agar mahasiswa dan dosen lebih realistis dalam mengaplikasikan Ilmu pengetahuan dalam kehidupan bermasyarakat yang dinamis yang akan dilaksanakan. Masyarakat juga akan mendapatkan umpan balik secara langsung dari stakeholder dan masyarakat berkenaan dengan masalah-masalah sosial serta performa  polisi dalam melaksanakan tugas pada kamtibnas dirangkum perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Selama kegiatan Dianmas ini berlangsung setiap kelmpok mahasiswa STIK angkatan ke 76 dan para dosen STIK akan memberikan probelm solfing kepada pemerintah daerah setempat sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi secara langsung untuk menyelesaikan masalah yang ada ditengah masyarakat, mereka akan didampingi oleh para pendamping yang bertugas untuk melakukan koordinasi dengan  satuan kewilayahan pemda atau pemerintah kota guna memantau dan memebrikan arahan, pengawasan dan memebrikan nilai kerja kepada mahasiswa dan dosen dalam pelaksanaan kegiatan serta membantu mengatasi kendala-kendala yang dihadapi,” jelasnya.

Sementara itu Wali kota Pangkalpinang merasa bangga dan sangat berterima kasih atas kedatangan mahasiswa STIK di Kota Pangkalpinang. Beliau berharap kedatangan ini tidak mengecewakan dan Kota Pangkalpinang juga bisa terbantukan dari kehadiran Mahasiswa STIK angkatan ke 76 Widya Bhara Daksa.

“Pangkalpinang merupakan ibu kota Provinsi Kepuluan Bangka Belitung dari 7 kabupaten kota. Kita adalah satu-satu kota etalasenya Provinsi Bangka Belitung. Kotanya kecil Cuma 118,4 meter persegi, jumlah penduduknya kurang lebih 200 ribu orang. Merupakan kota jasa, perdagangan dan pariwisata. Lakalantasnya tinggi di sini. Pangkalpinang ini sebuah kota yang ingin menuju kota yang metrapolis, jadi perkembangannya cukup naik dan signifikan. Seiring dengan itu otomatis perilaku dan kebudayaan masyarakat ada sedikit pergeseran dan perubahan, jadi terkait misalnya karena kita sudah fokus bahwa yang lantas menuju kesana,” Jelas Molen dalam sambutannya.

Molen berharap mahasiswa STIK bisa memberikan gambaran dan sumbangsi untuk pangkalpinang kedepannya,” Semoga kegiatan ini adaa oleh-oleh untuk kami termasuk lantas ini. Pakai helm ini agak kurna karena bukan menjadi tradisi, saya tau disini memakai helm ini menjadi satu keterpaksaan dan saya saja dirumah dinas saya hampir tiap malam agar terkejut disini motor itu knalpot sengaja bunyinya mentereng. Jadi kalau tidak bunyi kencang itu tidak jagoan,” katanya.

Tidak hanya itu Wali kota Pangkalpinang yang biasa disapa Abang molen ini menyatakan bahwa Jalanan di Pangkalpinang kedepannya akan di perlebar dan beliau dengan bangga memperkenalkan jargon baru Kota pangkalpinang kepada rombongan dari STIK Widya Bhara Daksa.

“Makanya kedepan saya sudah memikirkan Pangkalpinang ini jalan-jalan yang ada dibuka minimal 30-50 meter supaya berpikirnya 10 tahun yang akan datang. Pangkalpinang ini ada iconnya, selama ini Pangkalpinang tidak menggunakan icon yang branding. Saya baru 5 bulan menjabat jadi Wali Kota Pangkalpinang dan datang kesini harus ada sesuatu yang beda. Iconnya sebagai daya ungkitnya bisa beda, punya daya editnya, saya langsung buat jargonnya senyum “Pangkalpinang Kota Beribu Senyuman, langsung semuaskan. Ingat nantinya pulang ke jaakrta kami dari city of thousand smiles,” nyata Molen dengan senyum khasnya.

Molen meminta mahasiswa STIK yang hadir di Pangkalpinang mau membantu Kota Pangkalpinang minimal satu titik saja yaitu Alun-alun taman Merdeka.

“Bantu kami untuk mebangun ini satu titik saja, Alun-alun Taman Merdeka sebagai gambaran. Alun-alun Taman Merdeka itu titiknya, titik nolnya Bangka Belitung ini. Rumah dinas didepan gereja, itu nilai jualnya. Crauditnya perumahan Wali Kota. Saya agak kerepotan mengaturnya karena cultur, jadi saya ingin struktur merubah cultur bukan cultur merubah struktur. Ini hanya dasar-dasar yang saya sampaikan. 1 minggu disni saya harap bisa merasakan aura di Pangkalpinang ini,”harapnya._(humas-pkp)

#TimHumasProtokol Pangkalpinang

Mungkin Anda juga menyukai