Wali Kota Ingin Jangan Ada Kecemburuan Soal Anggaran

Di Ruang Pertemuan Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (19/3) dilaksnakan rapat terkait paparan OPD Se-Kota Pangkalpinang dalam rangka persiapan Musrenbang RKPD dan Penyusunan RENJA pada tahun 2020.

Dalam rapat ini Wali Kota Pangkalpinang H. Maulan Aklil menyatakan ada beberapa hal yang harus didiskusikan. Molen mengungkapkan keluhan yang terdengar dari OPD lain,”Saya menangkap keresahan dari kawan-kawan di lapangan misalnya ada OPD yang ada uang beda dengan OPD yang lain, saya  mendengar ini keluhan dari kawan-kawan nah ini juga tolong kita diskusikan bersama berapa layaknya? bagaimana harusnya? Ini bisa kita lakskaanan secara bersama-sama tetapi tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Silahkan diskusikan dua hari ini sampai besok sampai sore silahkan kalau perlu kita selesaikan sampai malam nanti biar clear masalahnya,”ungkap Molen.

Molen menitipkan kegiatan-kegiatan ini yang memang perlu dimasukkan dianggaran perubahan dan dilaksanakan, “Yang mungkin bisa dikerjakan di 2020, di kerjakan tahun 2020. Yang mungkin tidak bisa dilaksnakan tahun 2020 kita sudah berpikir untuk kedepannya seperti ini seperti itu,”katanya. Tidak hanya itu Molen juga menitipkan 16 komiten politiknya dengan Wakil Wali Kota, Muhammad Sopian dan dijadikan skala priositas. Molen berharap perhitungan-perhitungan itu tepat adanya.

Molen Menyatakan bahwa dua hari inilah awal bekerja yang sebenarnya,” Dua hari ini awal dari kita mau kerja. Sebetulnya ini lah kerja yang sebenarnya. Kemaren-kemaren saya belum kerja. Cuma mengevaluasi, menginventarisir kadang-kadang melihat gejolak ini di mana? Bapak ibu semua silahkan nanti mengeksplor dirinya. Sesuai dengan kebutuhannya,”tegas Molen. Setelah diskusi ini Molen tidak ingin lagi mendengar ada OPD yang mengatakan anggaran yang dimiliki terbatas sehingga tidak bisa mengeksplor apa yang ingin dikerjakan. Karena pada diskusi ini Molen memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh UPD untuk memaparkan apa yang menjadi kebutuhannya dan disesuaikan dengan keuangan yang ada.

Molen juga mangajak sampai selevel eselon IV terkait masalah gaji dan TPP,” Tolong ajak nanti sampai level eselon  IV, terkait masalah penggajian masalah TPP. Saya tidak tau berapa betul TPP yang layaknya dikota pangkalpinang? kalo keinginan kita pasti mau setinggi-tingginya.  Tapi Jangan menyakiti hasti masyarakat. Seadil-adilnya, jadi tidak ada lagi kecemburuan-kecemburuan  yang masih timbul dimindset terutama,”jelasnya.

Molen menginginkan Dinas, Badan, Camat dan Lurah yang ikut dalam rapat penganggaran untuk 2020 dan kedepannya nanti selama dua hari benar-benar fokus,” Kita bener-bener yok dua  hari ini fokus. Bagi Badan, Dinas, Kantor Camat, Lurah dan  segala macem ingin bener-bener OPDnya itu terdapat sesuai dengan kebutuhan anggaran tongkrongi bener. Bener-bener di tunggu  jadi tidak  ada yang tumpang tinduh . Misal ada OPD lain yang mengkalim silahkan katakan, “Itukan tugas saya,” silahkan debatkan silahkan komunikasikan dengan tujuan satu yaitu untuk kebersamaan semuanya,” ungkap Molen secara tegas.  

Molen berharap Setalah dua hari melakukan diskusi, mengurangi dari kecemburuan-kecemburuan yang adadan mengurangi dari kegiatan-kegiatan yang tidak termasuk dalam yang seharusnya.

#Fotografer: Iwan
#Peliput&Penulis: Edoy & Yenni

You may also like...