Wakil Wali Kota Pangkalpinang Resmikan Kantor Lurah Asam

Wakil Wali Kota Pangkalpinang Muhammad Sopian meresmikan Kantor Lurah Asam yang baru dalam acara Doa Syukuran dan Nganggung Bersama Tokoh Masyarakat dalam rangka Syukuran Kantor di Kantor Lurah Asam, Kecamatan rangkui, Rabu (30/1). Acara ini dihadiri Camat Rangkui, para lurah se-Kecamatan Rangkui, RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, majelis taklim, dan karang taruna se-Kecamatan Rangkui.

Sopian menyatakan perjuangan membangun Kantor Lurah ini telah dimulai sejak tahun 1990 ketika dirinya masih menjadi Camat Rangkui.

“Secara histori mungkin kita yang hadir di sini sudah tahu permasalahan mengapa Kantor Lurah Asam ini kalau nak dibangun gagal. Bukan dak de duit, ade duit e, cuma permasalahan lahan. Lahan sebenarnya waktu saya jadi camat dan sekcam juga sudah berusaha cari lahan, cuma orang dek nak bejual karena kawasan ini sangat padat,”katanya.

Dikatakannya, pada tahun 2018 Pemerintah Kota Pangkalpinang sudah menganggarkan sebanyak tiga kantor lurah, dua di Kecamatan Rangkui dan satu di Kecamatan Gabek. “Jadi  tinggal satu kantor kelurahan yang belum dibangun di Air Mawar. Permasalahannya  lahan juga,”ungkap Sopian.

Sopian meminta gedung baru Kantor Lurah Asam ini digunakan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan adalah suatu situasi dan kondisi yang bisa dirasakan oleh masyarakat secara bahagia. “Kalau bahasa Pak Zul (Zulkarnain Karim) kita dulu masyarakat yang sejahtera berbadan sehat, otak pintar, dompet tebal,”ujarnya.

Sopian juga meminta camat dan lurah agar ikhlas dalam melayani masyarakat karena menghadapi tingkah polah dan perilaku masyarakat yang berbeda-beda.

“Saya sering mengingatkan kepada lurah dan camat yang bertugas di wilayahnya, satu kunci kita untuk melaksanakan tugas di suatu wilayah adalah ikhlas. Jangan banyak macem, jangan banyak kenek. Ikhlas sesuai dengan aturan yang ada. Kita jangan mikir gaji kita kecil karena yang namanya penghasilan, besar kecil itu relatif. Bagaimana kita mensyukurinya, bagaimana kita memanfaatkannya. Kata orang tua kita dulu, ” banyak dak cukup, dikit cukuplah”. Jadi itu kembali kepada diri kita masing-masing untuk menyikapi kehidupan,”pinta Sopian.

#Fotografer: Iwan
#Peliput dan Penulis: Edoy dan Yuli 

You may also like...