Program Jum’at Bahagia Bukan Sekedar Pencitraan

Wali Kota Pangkalpinang H. Maulan Aklil menyatakan Program Jum’at Bahagia yang digelar setiap hari Jum’at dari pagi hingga sore hari bukan sekedar pencitraan.

Program Jum’at Bahagia adalah program yang saya ingin mendengar keluhan langsung dari masyarakat. Keluhan ini saya tampung bersama kawan-kawan OPD, apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Inilah akan kami kerjakan di 2020,”jelas Wali Kota pada Musyarawarah Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kota Pangkalpinang Tahun 2018-2023 di Ballroom Hotel Sahid Kota Pangkalpinang, Selasa (22/1).

Turut hadir pada acara tersebut pengurus RT dan RW se-Kota Pangkalpinang. Wali Kota meminta pengurus RT dan RW di Kota Pangkalpinang untuk menampung keluhan-keluhan masyarakat di lingkungannya karena Pemerintah Kota Pangkalpinang tidak mungkin mendengarkan semua keluhan melalui Program Jum’at Bahagia.

“Oleh sebab itu saya minta tolong tokoh agama, tokoh masyarakat, lurah, camat, RT, RW cepat tanggap. Kita bukan saatnya lagi dilayani, tetapi saatnya kita melayani. Kita tugasnya di sini sebagai pengayom masyarakat. Bukan  lagi tasnya dibawa, dihormati, kita dibayar oleh masyarakat. Paradigmanya sekarang sudah berubah, tolong ambil apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, bpjs-nya, raskinnya,”kata Wali Kota.

Wali Kota mengungkapkan untuk mengatasi masalah sampah, pada tahun 2019 si setiap kelurahan aka nada satu container sampah, satu mobil sampah, dan ada lima orang tenaga yang khusus menangani sampah dengan cara menjemput sampah di setiap rumah.

Pada tahun 2020, Wali Kota menargetkan tidak ada lagi masalah lampu jalan. Kota Pangkalpinang mendapatkan bantuan dari Program Jokowi setiap satu tahun Pangkalpinang mendapat program gratis 1000 titik lampu jalan selama tiga tahun.

Untuk mengatasi masalah banjir, Wali Kota memiliki program jangka sekarang, jangka menengah, dan jangka panjang. “Jangka  sekarang apa? Ayo, yang got-got buntu ajak masyarakatnya untuk gotong royong!”ajak Wali Kota kepada lurah, camat, RT dan RW.

Menurut Wali Kota, RT dan RW adalah ujung tombak masyarakat. Dia akan menaikkan kesejahteraan RT dan RW, tetapi RT dan RW jangan memihak untuk kepentingan segelintir orang.

Saya punya program seperti Pak Zulkarnain (Wali Kota Pangkalpinang Periode 2003-2008 dan 2008-2013), kesejahteraaan RT RW saya tingkatkan. Tahun  ini RT RW naik gaji. Bertahap sesuai dengan janji saya. Saya  lagi hitung-hitungan berapa anggaran untuk kasih motor untuk RT RW semua. Tingkatkan kinerjanya! Kalau  Bapak Ibu kerjanya baik masyarakat terpuaskan saya bisa laksanakan itu,”ungkap Wali Kota.

#Fotografer: Iwan

#Peliput dan Penulis: Edoy dan Yuli

Mungkin Anda juga menyukai