Program Jum’at Bahagia 29 Maret 2019

Program Jum’at Bahagia kembali dilaksanakan setelah di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang pada Jum’at (29/3/2019). Wali Kota Pangkalpinang H. Maulan Aklil yang akrab disapa Molen selaku tuan rumah didampingi para pejabat Pemerintah Kota Pangkalpinang menerima aspirasi dan pengaduan masyarakat Kota Pangkalpinang.

Setelah acara, Wali Kota menjawab beberapa pertanyaan dari para wartawan terkait pengaduan masyarakat antara lain masalah keterlambatan pembayaran gaji guru honorer, masalah rumah sakit, masalah TPU, dan masalah Pasar Mambo.

Terkait masalah keterlambatan pembayaran gaji guru honorer selama tiga bulan, Wali Kota menjelaskan, keterlambatan ini karena pemakaian sistem baru dimana gaji ditransfer langsung ke rekening Bank Sumsel Babel masing-masing guru.

“Mungkin karena baru, ada yang baru bikin, ada yang mungkin rekeningnya mati, jadi pendataan-pendataan inilah mungkin menjadi waktunya agak lama. Tapi Alhamdulillah, hari ini saya langsung telepon Kepala Bakeuda dan Bank Sumsel Babel, sore ini pun sudah mulai dicairkan, tetapi ada sebagian yang belum karena ada data-data mereka yang masih belum lengkap. Untuk yang belum ini, saya telepon Kepala Dinas Pendidikan untuk disampaikan dengan yang bersangkutan agar segera dipenuhi datanya biar dalam minggu ini bisa langsung ditransfer gajinya,”jelasnya.

Terkait masalah Tempat Pemakaman Umum (TPU), Wali Kota menyatakan akan membangun TPU sekaligus berfungsi sebagai tempat wisata sehingga tidak membuat masyarakat takut, tetapi akan memberi rasa nyaman bagi masyarakat di sekitarnya.

“Ada cafenya, lampunya yang representatif, dan tempat kuburannya itu  semuanya seragam, seperti di San Diego Hills. 5,7 ha bukan main-main, luas dan cukuplah untuk seluruh Pangkalpinang,”katanya.

Pada kesempatan ini, Wali Kota juga menjawab permasalahan kondisi Pasar Mambo yang tidak tertata rapi dan kumuh seperti yang dikeluhkan seorang warga.

“Kita akan inventarisir permasalahan-permasalahan itu, kemudian kita akan evaluasi. Mudah-mudahan ke depan ini akan kita tertibakan. Bila perlu kita anggarkan untuk penertiban itu dan ketentraman untuk parkir dan segala macam. Secara bertahap sembari menguatkan para Pol PP kita,”jawab Wali Kota.

Terkait masalah BPJS Kesehatan di RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, Wali Kota menjelaskan sudah mengambil tindakan bersama BPJS Kesehatan Kota Pangkalpinang. 

“Banyak hal yang kita lakukan dengan pihak BPJS, ada kejadian yang ramai kemarin di sana, saya langsung ambil keputusan dengan Pak Nugroho secara manual. Tolong jangan sampai macet. Ternyata macet itu bukan di kita saja, tetapi terjadi secara nasional. Tapi ke depan agar menjadi pelajaran kita bersama termasuk rumah sakit bahwa jika kejadian ini terjadi lagi, itu harus dilakukan tindakan jangan sampai berpengaruh terhadap pelayanan. Itu satu,”jelasnya.

Kedua, BPJS langsung saya panggil jangan sampai seperti itu lagi karena ini menyangkut nyawa orang, jangan main-main.  Alhamdulillah BPJS juga sudah kita kasih tahu. Dan termasuk jasa medik kita yang selama ini sudah satu tahun nggak dibayar, mulai minggu ini sebulan-sebulan sudah di bayar, tapi bertahap. Karena proses entry data,”tambahnya.

#Fotografer: Miko
#Peliput & Penulis: Edoy & Yuli

You may also like...