Pengaju Proposal ke Pemkot Pangkalpinang harus Paparan

Wali Kota Pangkalpinang H. Maulan Aklil menyatakan pengaju proposal ke Pemerintah Kota Pangkalpinang harus paparan. Langkah ini diambil karena banyaknya proposal yang masuk ke Wali Kota Pangkalpinang.

Hal ini dikemukakan oleh Wali Kota Pangkalpinang pada acara Deklarisasi Anti Politisasi Tempat Ibadah dan Anti Hoax demi Terciptanya Kerukunan Umat Beragama dalam rangka Pemilu Sejuk dan Damai yang bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Wali Kota Pangkalpinang Lantai 1 Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (24/1).

“Kedepan untuk membantu pembangunan tempat ibadah ini saya akan kumpulkan seluruh proposal itu. Saya undang dan silahkan paparkan sama-sama. Ini duit kite untuk dana hibah ni, siapa yang memang punya hak untuk membuat ini, yuk paparkan! Yang tentukan siapa? Kita  sama-sama jadi tidak ada dusta di antara kita. Mana yang penting bangun,” kata Wali Kota yang akrab disapa Molen ini.

Wali Kota dalam wawancaranya dengan awak media menyatakan penentuan penerima bantuan akan ditentukan berdasarkan dengan skala prioritas dengan skala kebutuhan masyarakat. “Mereka   sendiri nanti yang akan memaparkan, semua kita undang. Apa yang menjadi kebutuhan paparkan disitu.  Jadi  kebutuhan itu benar-benar yang dibutuhkan mendasar oleh masyarakat, masjid dan rumah ibadah lainnya juga,”jelasnya.

Dikatakannya, mulai tahun 2020 akan membangun Pangkalpinang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, Wali Kota mengadakan Program Jum’at Bahagia. Program Jum’at Bahagia adalah kegiatan dimana Wali Kota Pangkalpinang beserta para Kepala OPD di Pemerintah Kota Pangkalpinang mendengarkan dan menampung aspirasi dan keluhan masyarakat untuk megetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

#Fotografer: Iwan
#Peliput dan Penulis: Edoy dan Yuli 

You may also like...