PAUD di Pangkalpinang harus Lebih Baik daripada PAUD di Kabupaten Lain

Wali Kota Pangkalpinang H. Maulan Aklil akan membenahi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ada di Kota Pangkalpinang, baik fasilitas, sarana  dan prasarana, maupun pendanaannya. Dia ingin PAUD di Kota Pangkalpinang harus lebih baik daripada PAUD di kabupaten lain.

Ini disampaikan Wali Kota dalam sambutannya pada acara Penyerahan Dana Bantuan Operasional kepada TK dan PAUD di Bank Sumsel Babel Cabang Pangkalpinang, Jum’at (31/5/2019).

Wali Kota yang akrab dengan sapaan Molen ini menyampaikan bahwa Pangkalpinang meraih nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer SMP tertinggi se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Prestasi ini dinilainya wajar karena Pangkalpinang adalah ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Segala sarana dan prasarana penunjang ada dan bisa diperloleh dengan mudah di Pangkalpinang. Jadi, wajar saja jika Pangkalpinang meraih nilai tertinggi UNBK SMP.

“Sama dengan PAUD-nya, fasilitas PAUD yang ada di Pangkalpinang harus lebih dari kabupaten. Kalau tidak lebih, itu jadi pertanyaaan karena kita. Oleh sebab itu, saya minta tolong ibu-ibu bunda-bunda PAUD jangan seperti yang biasa-biasa, saya ingin beda. Pangkalpinang harus berbenah, kita harus beda. Tahun depan perjuangkan benar. Untuk Diknas, perjuangkan benar. Jangan hanya kurang tadi, kalau bisa lebih. Bagaimana caranya meningkatkan kesejahteraan PAUD-PAUD ini biar bisa bermanfaat,”kata Molen.

Molen memahami tidak mungkin PAUD ini bisa berkembang dengan baik kalau tidak didukung dengan sarana prasarana dan dana yang ada. Oleh sebab itu, semua lini harus mendukung juga.

“Dan tolong dihitung juga apa yang bisa diperbuat oleh APBD, apa yang yang bisa diperbuat Pemkot, sehingga bisa terlaksana dengan baik. PAUD-PAUD jangan hanya PAUD-PAUD saja, hanya sekedar untuk, mohon maaf, dari PAUD ini hanya untuk mencari keuntungan,”lanjutnya.

Molen menyatakan akan membenahi PAUD yang ada di Kota Pangkalpinang. Dia tidak mempunyai kepentingan apa-apa. Kepentingannya hanya bagaimana anak-anak di Pangkalpinang ini bisa merasakan manfaat PAUD dan berprestasi.

“Tahun depan seluruh SD, mungkin PAUD juga, akan ada sumbangan nutrisi secara rutin dari APBD. Anak-anak kita yang tidak bisa menikmati pendidikan yang layak, makan dan minum mereka harus kita perhatikan. Jangan ada stunting di sini. Kota Layak Anak harus dapat kita. Masa kota tidak dapat Layak Anak? Padahal Kota Layak Anak itulah embrio dari segalanya,”ungkap Molen.

Terkait Dana Bantuan Operasional kepada TK dan PAUD, Molen meminta dana ini dipergunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai aturanya.

“Jangan kelak nerimak duit langsung belanje ke Pasar Pagi. Mentang-mentang nak lebaran langsung ke sanin. Manfaatkan ini benar-benar sesuai dengan aturannya,”pungkasnya.

You may also like...