Monica Haprinda Maulan Aklil Dikukuhkan Sebagai Bunda Paud Kota Pangkalpinang

Istri Wali Kota Pangkalpinang Monica Haprinda Maulan Aklil dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kota Pangkalpinang Periode 2018-2023. Pengukuhan ditandai dengan penyematan selempang oleh Bunda PAUD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Melati Erzaldi.

Acara Pengukuhan diselenggarakan di Ruang Pertemuan Kantor Wali Kota Pangkalpinang pada hari Jum’at (15/12/18). Wali Kota Pangkalpinang H. Maulan Aklil turut hadir sebagai saksi pengukuhan.

Monica dalam sambutannya meminta bantuan dan kerja sama memajukan kualitas Pendidikan khusus PAUD di Pangkalpinang.

“Saya mohon bantuan dan kerja samanya Bunda PAUD Provinsi, kecamatan hingga kelurahan termasuk dukungan instansi dan dinas terkaitlainnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pangkalpinang,”kata Monica.

Menurut Monica masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya pendidikan anak usia dini terutama bagi anak yang berusia 0-6 tahun.

“Maka dari itu, untuk meningkatkan peran program pendidikan keluarga di PAUD yang berkarakter di Pangkalpinang, saya butuh dukungannya. Saya tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan itu semua dan saya harap dikukuhkannya Bunda PAUD ini akan memberikan kontribusi bagi dunia Pendidikan. Mari kita ciptakan generasi anak bangsa yang bekualitas, berkarakter dan berakhlak mulia,”ajaknya.

Sementara itu, Melati Erzaldi mengajak para pengurus Bunda PAUD Kota Pangkalpinang untuk segera membentuk tim dan program kerja. Dia menyontohkan Bunda PAUD Bangka Belitung misalnya memiliki program Kampung Dongeng.

“Program ini memiliki misi menyampaikan dan menyadarkan ibu-ibu bahwa dongeng penting sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada anak-anak,”kata Melati.

Menurut Melati, usia dini 0-6 tahun adalah usia emas tumbuh kembang seorang anak.

“Kalau kita mau membentuk karakter positif anak di usia nol hingga enam tahun. Sebaliknya, kalau kita mau menghancurkan karakter anak juga di usia ini,”tegasnya.

Melati menjelaskan alasan diberikannya jabatan Bunda PAUD ini kepada istri kepala daerah.

“Peran yang diberikan kepada kita ini tidak main-main. Ada misi kenapa Bunda PAUD diberikan kepada istri kepala daerah, karena fungsi sebagai (istri) itu memang luar biasa. Yakni, untuk menjembatani kepentingan PAUD dengan pejabat pemerintah. Kalau kepala daerah kan policy maker (pembuat kebijakan), sedangkan istrinya memengaruhi demi kepentingan anak usia dini,”jelasnya.

Melati juga meminta Wali Kota Pangkalpinang H. Maulan Aklil untuk menganggarkan insentif bagi tenaga pendidik PAUD di Kota Pangkalpinang.

“Pendidik-pendidik PAUD ini mohon dianggarkan insentifnya, menyesuaikan keuangan daerah untuk mereka. Meskipun saya yakin mereka menjalankan tugas ini Lillaahita’ala,”ujarnya. (yl)

 

You may also like...