Molen “Jangan Coba-Coba Ganggu Ketentraman Umat Beragama di Pangkalpinang”

Wali Kota Pangkalpinang H.Maulan Aklil (Molen) menghadiri undangan Ritual Sembahyang Rebut pada puncak perayaan Chit Ngiat Pan atau Chiong Shi Ku, Rabu (14/08/19) malam.

Chit Ngiat Pan atau Chiong Shi Ku (Sembahyang Rebut) menurut warga Tionghoa, bahwa mereka menyakini para arwah leluhur mereka yang tidak terurus maupun bergentayangan menuju ke alam mereka sehingga dapat berinkarnasi kembali dan setiap bulan 7 pintu gerbang akherat terbuka untuk para arwah.

Sebelum menghadiri undangan di kelenteng Satya Bakti ini, Molen beserta rombongan sempat menghadiri undangan di kelenteng Dewi Laut Tanjung Bunga, yang juga merayakan/melakukan ritual yang sama.

“Saya salah kamar, seharusnya yang pertama saya hadiri adalah klenteng Satya Budi ini, tapi terbalik saya datang ke kelenteng Dewi Laut di tanjung bunga kata molen di sela-sela sambutanya di Satya Budi”

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Pangkalpinang Kota Beribu Senyuman mengungkapkan beribu terimakasih atas undangan hingga bisa hadir disini.

“Sangat berterimakasih. Saya tekankan bahwa saya menjamin dengan adanya kegiatan yang bersifat keagamaan semuanya itu sama.Tidak membedakan suku agama maupun ras antar golongan,” ucap Molen

Ia juga mengatakan, masyarakat dipersilakan beribadah maupun melaksanakan adat istiadatnya sesuai aturan yang berlaku.

“Jika ada yang berani menggangu hadapi saya.Jangan coba coba mengganggu ketentraman maupun kenyamanan Kota Pangkalpinang. Kita semuanya sama,”ujar Wali Kota Pangkalpinang.

Diakhir sambutanya, Wali Kota berpesan
Pangkalpinang terdapat berbagai macam suku maupun ras dan semua itu sama. Untuk itu jauhkan iri dengki negatif dalam berfikir hanya satu yang kita pikirkan bagaimana memajukan Kota Pangkalpinang jauh lebih baik lagi,” ujar Molen._(humas-pkp).

#Timhumasdanprotokolpangkalpinang

Mungkin Anda juga menyukai