Molen akan Bangun Kuburan sekaligus Menjadi Tempat Wisata di Tua Tunu

Wali Kota Pangkalpinang H. Maulan Aklil (Molen) akan menyosialisasikan kepada masyarakat terkait pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang akan dibangun di belakang Lapas Tua Tunu. Sosialisasi ini dilakukan agar masyarakat tidak berpikiran negatif.

“Jadi gini, jangan sampai masyarakat berpikiran yang tidak-tidak. Ini tetap harus kita sosialisasikan. Kita akan komunikasikan dengan penduduk sekitar belakang Lapas Tua Tunu itu pekuburan itu supaya mereka jangan berpikiran negatif. Tapi tetap kita harus koordinasikan dulu, belum fix, belum final. Kita akan koordinasikan,” kata Molen  ketika diwawancarai oleh awak media setelah selesai rapat di Ruang Pertemuan Bappeda dan Litbang Kota Pangkalpinang, Kamis (16/5/2019).

Molen menjelaskan, dengan luas lahan kuburan  5,8 hektar, 1 hektarnya dapat menampung 5000 jenazah. Karena belum adanya kesepakatan dari masyarakat setempat, dia akan memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa dengan dibangunnya kuburan itu justru akan dapat menjadi tempat wisata dan membuat tempat tersebut malah memiliki nilai lebih.

“Kemarinkan ada penolakan, maklumlah mungkin gambaran mereka kuburannya seperti sekarang. Nah, pekuburan yang akan kita bangun ini representatif seperti yang di Jakarta, keren kan. Jadi bisa  sekaligus tempat wisata, justru orang hidup pun ingin tinggal di situ. Ku rasa mereka akan memahami nanti akan kami kasih gambarnya bentuknya seperti ini. Yakinlah dengan adanya pekuburan itu akan memberi nilai lebih untuk tempat itu,” jelas Molen.

Molen menyampaikan kuburan yang akan dibangun ini kuburan baru untuk seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang dan terintegritasi, bukan memindahkan kuburan lama. Dan kuburan yang lama akan tetap diperindah dan dipercantik.

“Dan kuburan ini tidak digabung dengan yang non muslim, karena yang non muslim katanya mau dibangun di Bangka Tengah, untuk Tiong Hoa. Nah, untuk yang Katolik ingin gabung, itu tidak masalah, tidak mengganggu. Nanti akan kita bikin blok khususnya dan jalannya untuk muslim dan non muslim  berbeda,”paparnya.

Molen menargetkan pada tahun 2019, final persetujuan dari masyarakat setempat sudah final  sehingga tahun 2020 sudah bisa action.

Selain itu, Molen menyampaikan wacana untuk memberikan gaji kepada pengawas TPU. Pemerintah Kota Pangkalpinang siap memberi bantuan untuk kesejahteraan pengawas TPU.

“Kan kasihan selama ini hanya mendapat bantuan dari swadaya dan partisipasi masyarakat. Jadi nanti akan kita bantu kesejahteraan mereka. Sudah di-deal-kan, tinggal secara penganggaran tidak memberatkan dan secara penganggaran tidak salah, tapi belum tahu nominalnya,”katanya.

Molen juga menyampaikan pada tahun 2020 nanti, Pemerintah Kota Pangkalpinang akan menyiapkan satu mobil jenazah untuk setiap kecamatan.

“Untuk anggaran yang Rp370 juta sudah jalan dan tahun ini akan kita gunakan untuk membeli dua mobil kontainer sampah,”tandasnya._(humas-pkp)

#TimhumasprotokolPangkalpinang

You may also like...