Kota Pangkalpinang Jadi Kota Pertama yang Me-launching Pemanfaatan Rumah Belajar

Wakil Wali Kota Pangkalpinang Muhammad Sopian menyatakan rasa bangganya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang karena telah menjadikan Pangkalpinang sebagai kota pertama yang mengadakan kegiatan Launching Pemanfaatan Rumah Belajar dalam rangka meningkatkan penerapan TIK (Teknologi Komunikasi dan Informasi) dalam melaksanakan pembelajaran secara komprehensif berbasis online, pada hari Selasa (30/4/2019) yang bertempat di GOR SMA Santo Yosef Kota Pangkalpinang.

“Melalui Dinas Pendidikan dan Kebuyaan Kota Pangkalpinang, kita cukup berbangga hati karena tadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia  mengatakan bahwa Pangkalpinang adalah kota yang pertama kali me-launching rumah belajar ini,” kata Sopian.

Sopian berharap bahwa kegiatan Launching Rumah Belajar ini bukan hanya sekedar seremonial belaka, tetapi harus berkelanjutan dan harus ada tindakan yang nantinya kehadiran Rumah Belajar ini akan memberikan manfaat, baik untuk siswa-siwa dan guru-guru di Kota Pangkalpinang.

“Ini artinya adalah kegiatan ini harus kita dukung bersama, baik dari stakeholder yang ada, Pemerinah Daerah, maupun swasta yang ada di Pangkalpinang. Kalau tidak dukungan bersama, maka Rumah Belajar yang kita launching hari ini hanyalah seremonial dan sekedar nama, dan tidak memberi manfaat kepada anak-anak dan guru-guru kita di Kota Pangkalpinang,”harap Sopian.

Sopian mendukung apa yang dikatakan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Pustekkom Kemendikbud RI) bahwa di era sekarang ini baik dari segi pendidikan, pemerintahan, dan dari segi lainnya, memang kita tidak bisa lagi terlepas dari yang namanya teknologi.

Dijelaskan Sopian, kondisi ini menimbulkan dua pertanyaan yang menjadi pilihan kita. Yang pertama, apakah teknologi harus mengerti kita? Kalau kita menginginkan teknologi yang mengerti diri kita berarti kita tidak bisa memanfaatkan teknologi dengan baik, kita hanya menggunakan teknologi itu.

“Kita ambil contoh, jadi dulu teknologi sederhana adalah radio. Radio hanya kita pakai mendengarkan berita dan lagu-lagu, tapi kita tidak bisa menggunakannya. Kalau orang mengerti teknologi radio itu bisa dimanfaatkan dengan yang lain,”jelasnya.

Pertanyaan kedua, apakah kita harus mengerti teknologi? Dijelaskan Sopian, kalau kita mengerti teknologi itu artinya kita bisa menggunakan teknologi untuk keperluan yang lebih besar dan bisa mengekspresikan teknologi tersebut.

“Contohnya Pustekkom yang telah mengembangkan adanya pendidikan maya. Pendidikan maya ini tentunya orang-orang yang telah mengerti dan memahami teknologi, yang bertujuan untuk mempermudah di dalam pengelolaan pendidikan sehingga bisa terjangkau oleh seluruh masyarakat yang ada di Indonesia pada umumnya,”imbuh Sopian.

Sopian mengharapkan kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk membangun komitmen agar kita semua dapat meningkatkan kualitas maupun kuantitas kehidupan di Kota Pangkalpinang.

“Semboyan di belakang kita, bapak-bapak dan ibu-ibu dapat kita baca bersama-sama “Rumah Belajar untuk Semua, Belajar di mana saja, Kapan saja, dengan Siapa saja”. Cuma kalau saya melihatnya di sini kurang lengkap, Pak! Harusnya di sini ditambah termasuk belajar kepada diri sendiri,”tandasnya._(Humas-pkp)

#Timhumasprotokolpangkalpinang

Mungkin Anda juga menyukai