Ditulis oleh Bag.Humas Selasa, 24 Januari 2012 14:29
Pada bulan Desember 2011, Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 0,40 persen. Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan indeks kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan sebesar 2,16 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,60 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,20 persen; kelompok bahan makanan sebesar 0,19 persen; kelompok pendidikan, rekreasi & olahraga sebesar 0,10 persen; dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,06 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks hanya kelompok sandang sebesar 0,12 persen.Komoditi yang memberikan andil inflasi antara lain tarif angkutan udara sebesar 0,27 persen; ikan selar sebesar 0,25 persen; beras sebesar 0,17 persen; cabe merah sebesar 0,13 persen.
Andil daging ayam ras sebesar 0,12 persen; andil pisang sebesar 0,08 persen; andil semen sebesar 0,05 persen; andil bawang putih sebesar 0,04 persen; andil mobil dan terasi udang masing-masing sebesar 0,02 persen.Sebaliknya jenis barang/jasa yang mengalami inflasi dari urutan terbesar adalah ikan kembung/gembung sebesar 0,17 persen; diikuti andil kacang panjang dan ikan singkur masing-masing sebesar 0,07 persen; andil bawang merah sebesar 0,06 persen; andil cumi-cumi segar sebesar 0,05 persen. Kemudian andil ikan bawal, ikan pari, ketimun dan ikan dencis masing-masing sebesar 0,04 persen dan andil ikan mayung sebesar 0,03 persen.Laju inflasi Kota Pangkalpinang untuk tahun kalender (Januari – Desember) 2011 sebesar 5,00 persen sedangkan laju inflasi “year on year” (Desember 2011 terhadap Desember 2010) sebesar 5,00 persen.Sesuai dengan hukum permintaan-penawaran, adanya ketidaklancaran aliran distribusi atau berkurangnya produksi yang tersedia dari rata-rata permintaan normal dapat memicu kenaikan harga. Inflasi dapat disebabkan karena tingginya permintaan atau karena kurangnya produksi .
Inflasi yang terjadi pada bulan Desember tersebut boleh jadi disebabkan karena meningkatnya konsumsi masyarakat atau karena berkurangnya ketersediaan barang.Inflasi ini tergolong inflasi ringan karena kenaikan harga berada di bawah angka 10 persen setahun. Inflasi ringan justru berpengaruh positif dalam mendorong perekonomian lebih baik, karena dapat meningkatkan pendapatan, membuat orang bergairah bekerja, menabung dan berinvestasi.Upaya yang dilakukan Pemkot Pangkalpinang dalam mengendalikan inflasi ini adalah dengan melakukan antisipasi penanganan distribusi, karena panjangnya rantai distribusi dapat mengakibatkan biaya ongkos melonjak yang berdampak pada harga jual. Disamping itu juga dengan menjaga ketersediaan barang. Masyarakat juga diharapkan dapat ikut berperan serta dalam mengendalikan inflasi dengan tidak berpola hidup terlalu komsumtif.
(Sumber : Bagian Humas dan Protokol Setdako Pangkalpinang)