LAST_UPDATED2 Jumat, 21 Januari 2011 22:52

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,
Syukur Alhamdulillah, kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan ridho Nya-lah saat ini kita telah dapat membuka website resmi milik Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan alamat www.pangkalpinangkota.go.id. Website ini diharapkan dapat memperkenalkan kota Pangkalpinang yang merupakan ibu kota provinsi Kep. Bangka Belitung didunia maya ini sehingga pangkalpinang dapat dikenal baik didalam negeri maupun di luar negeri. Lebih jauh saya berharap bahwa melalui web site resmi ini, kondisi riil daerah dan Potensi unggulannya dapat di informasikan secara luas agar dapat memacu kegiatan investasi di Kota Pangkalpinang. Untuk ini kepada seluruh satuan SKPD di lingkup pemerintahan Kota Pangkalpinang untuk dapat memanfaatkan website ini untuk kemajuan pembangunan di kota yang kita cintai ini.
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan turut berpartisipasi dalam peluncuran website ini. Kepada seluruh lapisan masyarakat dimana saja berada, kiranya dapat memberikan masukan, saran dan pendapat guna perbaikan dan penyempurnaan atas kekurangan-kekurangan yang ada pada website Pemerintah kota Pangkalpinang ini.
Semoga web site ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di Kota Pangkal Kemenangan dan teruslah berkarya untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat di kota Pangkalpinang.
|
Walikota
Drs. H. Zulkarnain Karim, MM |
LAST_UPDATED2 Rabu, 08 Desember 2010 11:24

Arti unsur-unsur logo daerah
Arti warna
a. Biru berarti kesetiaan;
b. Warna alam berarti keaslian;
c. Merah berarti keberanian/keperwiraaan;
d. Hijau berarti kesuburan/kemakmuran;
e. Kuning (emas) berarti keluhuran/keagungan;
f. Putih berarti kesucian;
g. Hitam berarti kokoh dan kuat .
Bentuk dan warna logo daerah
- Lingkaran bola dunia dengan garis luar berwarna Timah;
- Pohon Pinang, keseluruhan berwarna hijau yang beruas sembilan berwarna kuning,
tumbuh tegak lurus, dengan daun pucuknya menjulang ke atas, berjumlah sembilan
pelepah, terdiri atas satu pucuk pelepah, empat pelepah di sebelah kanan dan empat
pelepah di sebelah kiri dengan masing-masing pelepah memiliki tujuh belas helai
daun yang semampai;
- Tugu Kemerdekaan berwarna putih (warna alami) dengan tujuh belas undakan
(tingkatan) bergaris warna hitam (warna alami), lengkap dengan Yoni dan Lingganya;
- Padi yang sedang menguning berjumlah lima puluh tujuh bulir dan kapas berjumlah
tujuh belas kuntum dengan warna alami yang tangkainya bersatu di
belakang pangkal/tampuk Pohon Pinang;
- Tudung Saji, berwarna merah (warna alami) dengan tujuh belas bilah yang disatukan
oleh garis berwarna kuning dengan tampuk Tudung Saji berbentuk bintang dalam
lingkaran dengan tiga warna yaitu merah, kuning dan hijau serta pada
bagian lingkaran tepi Tudung Saji berwarna kuning.
- Langit dalam lingkaran bola dunia berwarna biru muda (biru langit) yang cerah.
- Lautan dalam lingkaran bola dunia berwarna biru laut.
1. Logo daerah berbentuk perisai bersegi lima berwarna biru dengan garis tepi kuning keemasan;
2. Di dalam perisai terdapat lukisan-lukisan dan bentuk dengan berbagai warna yang merupakan unsur-unsur logo daerah sebagai berikut:
- Lingkaran bola dunia dengan garis luar berwarna Timah;
- Pohon Pinang, keseluruhan berwarna hijau yang beruas sembilan berwarna kuning,
tumbuh tegak lurus, dengan daun pucuknya menjulang ke atas, berjumlah sembilan
pelepah, terdiri atas satu pucuk pelepah, empat pelepah di sebelah kanan dan empat
pelepah di sebelah kiri dengan masing-masing pelepah memiliki tujuh belas helai
daun yang semampai;
- Tugu Kemerdekaan berwarna putih (warna alami) dengan tujuh belas undakan
(tingkatan) bergaris warna hitam (warna alami), lengkap dengan Yoni dan Lingganya;
- Padi yang sedang menguning berjumlah lima puluh tujuh bulir dan kapas berjumlah
tujuh belas kuntum dengan warna alami yang tangkainya bersatu di belakang
pangkal/tampuk Pohon Pinang;
- Tudung Saji, berwarna merah (warna alami) dengan tujuh belas bilah yang disatukan
oleh garis berwarna kuning dengan tampuk Tudung Saji berbentuk bintang dalam
lingkaran dengan tiga warna yaitu merah, kuning dan hijau serta pada bagian
lingkaran tepi Tudung Saji berwarna kuning.
- Langit dalam lingkaran bola dunia berwarna biru muda (biru langit) yang cerah.
- Lautan dalam lingkaran bola dunia berwarna biru laut.
Kamis, 02 Desember 2010 14:29
9.1. Keuangan Daerah
Dengan mulai berlakunya otonomi daerah maka setiap daerah diharapkan dapat membiayai daerahnya sendiri yang berasal dari pendapatan daerah (APBD). Penerimaan pendapatan daerah berasal dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan bagi hasil pajak/bukan pajak. PAD sendiri terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, bagian laba BUMD dan penerimaan lainnya. Pada tahun anggaran 2009 realisasi pendapatan daerah dari PAD mencapai 100,02 persen. Kemudian pendapatan daerah dari hasil pajak dan bukan pajak pada tahun 2009 mencapai 100,50 persen.
9.2. Perbankan
Perbankan merupakan lembaga yang menyalurkan dana dari debitur ke kreditur. Dengan demikian peranan lembaga ini sangat dibutuhkan dalam pembangunan termasuk pembangunan di Kota Pangkalpinang. Jumlah bank pada tahun 2009 meningkat dari tahun sebelumnya, yakni dari 43 buahmenjadi 46 buah atau meningkat sebesar 7 persen. Jumlah ini terdiri dari 29 bank pemerintah dan Bank Pembangunan Daerah, 14 bank swasta dan 3 bank Perkreditan Rakyat.
Posisi pinjaman perbankan Kota Pangkalpinang pada tahun 2009 mencapai 21.436.511 juta rupiah, meningkat sebesar 28,6 persen dibandinkan tahun 2008 yang tercatat 16.664.300 juta rupiah.
Posisi kredit Usaha Kecil (KUK) menurut sektor ekonomi pada tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 0,43 persen. Penurunan ini terutama terjadi pada sektor jasa yang turun sebesar 48,51 persen, diikuti industri sebesar 37,87 persen. Sedangkan sektor bangunan, pertambangan, perhubungan dan pertanian mengalami kenaikan.
9.3. Lembaga Keuangan Selain Bank
Koperasi merupakan soko guru dalam sistem perekonomian Indonesia. Perkembangan perkoperasian di Kota Pangkalpinang dapat dikaji melalui beberapa aspek yang relevan antara lain koperasi sebagai unit ekonomi. Jumlah koperasi yang pada tahun 2008 sebanyak 196 buah telah bertambah menjadi 201 buah pada tahun 2009 atau naik 2,5 persen. Perkembangan jumlah anggotanya juga mengalami peningkatan sebesar 0,9 persen.
Pada tahunu 2008 sebagian komponen komersial dari perekonomian koperasi, pengadaian dan asuransi mengalami peningkatan, seperti jumlah modal sendiri, jumlah modal luar, dan jumlah volume usaha. Tetapi penurunan terjadi pada jumlah sisa hasil usaha pada usaha koperasi. Nilai pemberian kredit, pelunasan tebusan dan uang pinjaman untuk barang yang dilelang meningkat pada usaha Perum Pegadaian, sedangkan sisa uang pinjaman kredit menurun.
9.4. moneter dan Inflasi
Selama tahun 2009 Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 2,17 persen, artinya secara umum rata-rata barang/jasa di daerah ini mengalami peningkatan harga yang begitu signifikan (diatas satu digit), dan cenderung jauh lebih baik pada tahun 2008 yang mencapai 0,64 persen. Tingkat inflasi tertinggi terjadi pada bulan September yakni sebesar 1,51 persen, sedangkan terendah pada Bulan Februari denga deflasi 1,06 persen.
Kamis, 02 Desember 2010 14:28
Kota Pangkalpinang memiliki potensi yang dapat diandalkan dalam hal kepariwisataan. Kunjungan tamu ke Kabupaten Bangka dan Belitung umumnya melalui atau transit dari Pangkalpinang.
Wisata yang menonjok adalah wisata pantai, khususnya di Kota Pangkalpinang dengan Pantai Pasir padinya yang memiliki panorama alam yang mempesona.
Jumlah hotel dari tahun 2005 relatif stabil sebanyak 23 buah, jumlah ini meningkat menjadi 24 buah pada tahun 2008. Peningkatan kuantitas, diikuti dengan bertambahnya fasilitas hotel, hal ini dapat terllihat dari penambahan jumlah kamar dan tempat tidur yang tersedia serta fasilitas lannya. Jumlah kamar yang ada pada tahun 2008 sebanyak 474, sedangkan jumlah tempat tidurnya sebanyak 721 buah. Pada tahun 2009, jumlah hotel dan tempat akomodasi lainnya di Kota Pangkalpinang mencapai 26 buah.
Kamis, 02 Desember 2010 14:27
8.1. Perdagangan
Kota Pangkalpinang merupakan pusat perdagangan di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan potensi tersebut, kegiatan perdagangan di Kota Pangkalpinang berkembang dengan pesat dan mempunyai peranan yang besar terhadap struktur ekonomi Kota Pangkalpinang khususnya.
a. Komoditi Ekspor
Sebagai provinsi kepulauan dengan potensi alam yang besar hanya pada sektor pertambangan, perikanan, dan perkebunan maka untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Kota Pangkalpinang pada khususnya, diperlukan untuk mengimpor berbagai barang dan jasa lainnya baik dari daerah lain maupun dari Negara lain.
Pada 2009, volume ekspor terbesar dari pelabuhan Pangkalbalam terjadi pada bulan Juli, yakni sebesar 12.003 ton, sedangkan volume impor terbesar pada bulan November sebesar 11.470 ton. Jika dilihat dari komoditas, maka volume ekspor terbesar dari pelabuhan Pangkalbalam adalah berupa minyak sawit yakni sebesar 11.206 ton dan hasil tambang berupa timah dan zink ingot sebesar 2.954 ton.
Berdasarkan data dari Kantor Disperindagkop & UKM Prov. Kep. Bangka Belitung, maka pada tahun 2009 volume ekspor terbesar adalah logam timah yakni sebesar 64,0 persen dari total ekspor yang sebesar 80,132 ton, diikuti CPO sebesar 20,0 persen,CPKO sebesar 8,2 persen, dan lada putih FAQ sebesar 7,8 persen.
b. Antar Pulau
Pola perdagangan ekspor – impor antar pulau yang terjadi tahun 2009 sangat bervariasi tiap bulannya. Volume barang yang dibongkar(impor antar pulau) dan volume barang yang dimuat (ekspor antar pulau) mengalami penurunan. Barang yang dibongkar tahun 2009 sebesar 1.022.035 ton (turun 14,17 persen). Sedangkan volume barang yang dimuat turun sebesar 6,16 persen atau sebesar 390.708 ton.
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL