Camat dan Lurah akan Terima Upah Pungut PBB

Camat dan lurah di Kota Pangkalpinang akan menerima Upah Pungut Pajak Bumi dan Bangunan (UP PBB). Namun hal ini hanya berlaku untuk camat dan lurah yang mencapai over target PBB.

Pernyataan ini dilontarkan oleh Wali Kota Pangkalpinang H. Maulan AKlil pada acara Penandatanangan Kesepakatan Bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan BPKP Provinsi Kepulauan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tentang Pengembangan Manajemen Pemerintah, Senin (28/1), di Ruang Pertemuan Lantai 1 Kantor Wali Kota Pangkalpinang.

“Dan khusus lurah dan camat, UP-nya saya  targetkan nanti. Ada  UP tersendiri untuk lurah dan camat yang over target. Mungkin nanti ke depan saya ingin lurah-lurah kerja keras, sekarang pun saya sudah berpikiran saya dan Pak Wawako (Wakil Wali Kota) tidak usah dapat UP dari PBB. UP PBB itu nanti saya serahkan semua untuk lurah dan camat,”katanya.

Wali Kota menjelaskan PBB Kota Pangkalpinang tahun 2018 sebesar Rp11 milyar. 5% dari Rp11 milyar sama dengan Rp500 juta. Apabila Rp500 juta dibagikan ke 42 lurah maka satu lurah mendapatkan lebih kurang Rp10 juta lebih.

“10 juta lebih  itu Pak, sebetulnya yang kalian dapat minimal 8 juta sudah pasti satu tahunnya untuk para lurah. Itu kalau keadaan sekarang. Kalau lurah-lurah bisa kejar over target potensi yang ada PBB, sekarang misalnya mencapai 50 miliar, dari 50 miliar itu bapak ibu boleh bawa pulang 50 juta satu tahun untuk upah PBB. Saya  tantang itu! Camat juga seperti itu,”tantang Wali Kota.

Menurut Wali Kota, lurah dan camat adalah ujung tombak dalam pemerintahan. “Ada selokan buntu, lurah. Ada puting beliung, lurah. Ada orang kemalingan, lurah. Setengah mati lurah ni. Oleh  sebab itu saya ingin nanti para lurah mereka kerja keras, tetapi kesejahteraan juga sebanding,” katanya.

Wali Kota mengungkapkan akan menata ulang posisi jabatan lurah dan camat. Dia menginginkan orang-orang yang benar-benar mau bekerja. “Kita kocok ulang, Pak Agung siap ya! Ini kocok ulang ini siapa yang mau kerja. Sekali lagi siapa yang mau kerja,”tegas Wali Kota kepada Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kota Pangkalpinang Agung Yubi Utama.

Dikatakannya, tugas lurah dan camat itu besar karena menyangkut hayat hidup 6000 orang lebih ASN dan non ASN Pemerintah Kota Pangkalpinang. Jika target penerimaan tercapai, Wali Kota akan menaikkan jumlah Tunjangan Penghasilan ASN Pemerintah Kota Pangkalpinang. Dia ingin ASN Pemerintah Kota Pangkalpinang paling sejahtera di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

#Fotografer: Iwan
#Peliput dan Penulis: Edoy dan Yuli 

Mungkin Anda juga menyukai