Bagikan Paket Sembako di Hari Kedua, Ketua PKK Temui Kondisi Masyarakat yang sangat Memprihatinkan

Kegiatan “Indahnya Berbagi di Bulan Suci Ramadhan 1440 H” yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Kota Pangkalpinang dan DWP Kota Pangkalpinang berlanjut hari ini, Rabu (15/5/2019). Dua kecamatan di Kota Pangkalpinang, yaitu Kecamatan Pangkalbalam dan Kecamatan Gabek.

Seperti kemarin, Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang dan Ketua DWP Kota Pangkalpinang turun langsung membagikan paket sembako dari rumah ke rumah. Turut ikut serta pada kegiatan ini Camat Pangkalbalam, Camat Gabek, serta para lurah di Kecamatan Pangkalbalam dan Kecamatan Gabek.

Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang Monica Haprinda Maulan Aklil mengungkapkan keprihatinannya melihat kondisi masyarakat yang ditemuinya.

“Tentunya beda karena hari pertama, alhamdulillah sukses. Hari kedua ini yang kami temukan di lapangan itu kondisinya benar-benar prihatin. Seperti nenek tadi sebatang kara, tidur gabung sama kucing. Terus yang di Ketapang makan timun suri basi. Jadi memang benar-benar sasaran kami itu sudah tidak mampu lagi karena kemampuannya sudah tidak ada. Ada juga yang rumahnya bagus, tapi kontrak lima bulan belum bayar, Rp500 ribu sebulan. Jadi memang benar-benar orang yang membutuhkan”ungkapnya.

Menurut Monic, kondisi yang ditemuinya di lapangan benar-benar di luar dugaan. Karena itu, untuk data penerima bantuan hari kedua dan ketiga, Monic  telah meminta kelurahan, LSM, dan tim turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei mengumpulkan data orang-orang yang memang benar-benar yang layak dibantu. Karena ini bulan Ramadhan, pembagian bantuan ini benar-benar tepat sasaran untuk orang-orang yang membutuhkan sembako.

“Ada yang sejahtera, banyak yang sejahtera, tetapi ada beberapa persen orang yang tidak terlihat. Seperti rumah yang kita kunjungi beberapa hari lalu, rumahnya tidak bisa dibedah karena tanahnya bukan tanah pribadi.

Berdasarkan informasi yang didapat Monic dari Dinas Sosial, lurah, camat, RT/RW, memang ada bantuan dari pemerintah, tetapi rumah tadi tidak bisa dibangun karena bukan tanah pribadi. Kalau dibangun, itu menyalahi aturan. Jadi solusinya, nanti akan dibangunkan rusunawa. Untuk orang-orang yang rumahnya sementara dan tidak ada surat-surat akan dipindahkan ke rusunawa.

Monic mengharapkan ke depannya, rakyat prasejahtera di Pangkalpinang berkurang dan dalam waktu dekat ada orang-orang baik yang membantu mereka, tidak hanya PKK, DWP, Dinsos, dan Pemkot. 

“Orang-orang mampu yang hidupnya berkecukupan kalau mau bersedekah, bersedekahlah dengan orang-orang ini, banyak di pelosok-pelosok itu masih butuh bantuan,”ajaknya.

Ketika ditanya awak media suka dukanya selama melaksanakan kegiatan ini, Monic berkata,” Sukanya alhamdulillah bisa berbagi, bersyukur. Dukanya sedih prihatin sekali melihat kondisi seperti nenek-nenek tinggal sendirian. Saya ajak Tim PKK, DWP, ini kenyataanya di lapangan. Kalau banjir, ya kebawa arus.”

Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang yang merupakan istri Wali Kota Pangkalpinang ini menyatakan program seperti ini akan tetap dilaksanakan tahun depan dan mungkin ada tambahan program lain.

“Saya pulang ke rumah juga bisa menyampaikan ke Bapak, Pak, ini loh, di daerah ini ada tidak tersentuh oleh Pemerintah Kota dan Dinsos,”katanya._(humas-pkp)

#Timhumasprotokolpangkalpinang

You may also like...